Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya mengadakan Lokakarya Kepala SMA/SMK Kerjasama. Tema Lokakarya: Pengelolaan Sekolah Berbasis Multiple Intelligences. Hadir 2 pembicara dari Tim Muthahhari Center Bandung, yaitu Dr. Jalaluddin Rakhmat (Pendiri SMA Plus Muthahhari Bandung) dan Drs. Dede Anwar Suryana (Kepala SMA Plus Muthahari). Dua nara sumber ini memberikan sharing kepada para peserta lokakarya tentang pengalaman mereka sebagai pendidik yang menerapkan Brain-based Learning. Meski awalnya langkah mereka dianggap nyleneh oleh pengawas pembina dan dinas pendidikan, namun akhirnya SMA Plus Muthahhari berhasil mejadi salah satu dari 32 SMA se Indonesia yang dinilai Kemendiknas sebagai Sekolah Modern. Pengakuan dan Keberhasilan ini dicapai berkat komitmen kuat seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dan penghargaan pada prestasi setiap siswanya sesuai dengan masing-masing kecerdasan yang dimiliki. Diharapkan para peserta lokakarya terinspirasi untuk menstimulir para gurunya agar mau memberi nuansa baru yang menyegarkan dan menyenangkan dalam proses pembelajaran di sekolah untuk para siswa sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki. Bukan hanya untuk para siswa yang memiliki kecerdasan matematis dan linguistis, tapi juga memberi ruang lebih luas untuk 5 kecerdasan lainnya.
Setelah lokakarya selesai, SMA Katolik Stella Maris dan 5 sekolah lain menerima tanda penghargaan dari Unika Widya Mandala berupa 1 unit Notebook. Thanks, untuk Widya Mandala untuk kerjasamanya yang baik.
Hari Kedua lokakarya dilanjutkan dengan kunjungan industri ke pabrik biskuit UBM di Waru. |
| Kembali Ke Daftar Berita |